In the end of September and also end of Ramadhan of 1429 H, I still here, in my office in Bali while others are in their home with their family.. No matter, because yesterday I will fly home.. back to Jakarta after 3 month living here alone..
Seharusnya saya bisa pulang dr jumat kemarin, tp keputusan saya di awal2 adalah memilih tuk menghabiskan Syawal yang lebih panjang di rumah. Makanya, saya masih terdampar di kantor yang sepi nian!
Well, ini Ramdahan pertama tuk saya jauh dr rumah, selama sebulan penuh. Mudah3an pengalaman ini bisa jadi hikmah tersendiri bahwa keluarga sangat utama. Bahkan di saat menjelang Idul Fitri saya teringat kesibukan yang biasa terjadi di rumah. Hebohnya persiapan lebaran mulai dr bikin kue2, belanja baju baru (udah gede gini masih harus baju baru
) sampe bikin sendiri ketupat yang biasanya H-1. Tapi tahun ini everything is different, very different for me. But, still I say Thanks God for everything..
Melihat dashboard wordpress, top post selama seminggu terakhir adalah tentang SMS lebaran. padahal saya udah lama banget menuliskan kembali sms-sms yang bagus2 ke dalam blog saya, hmm.. mungkin baru trend aja tahun ini ya.
Pengalaman puasa di Bali yang paling berbeda buat saya, adalah bahwa di pulau ini saya benar2 merasakan yang namanya multiagama. Kalo dulu di jakarta, saya hampir ga punya tetangga yang nonmuslim, tapi disini, jumlahnya hampir sebanding. Di sini saya benar2 mengalami yang namanya ujian dalam puasa. karena ya itu tadi, sebagian masyarakat Bali yang memeluk agama Hindu tetap beraktivitas seperti biasa spt makan, minum dll. Tentu beda banget suasana dengan Jakarta yang komunitas Islamnya mayoritas.
Tapi yang patut dihargai adalah kebebasan menjalankan ajaran agama masing2. Umat muslim tetap puasa dan tarawih seperti biasa, dan umat Hindu tetap melakukan upacara2 adatnya seperti biasa. malah di dekat kos saya hampir tiap malam ada upacara agama.
Malam pertama tarawih bahkan saya merasa seperti di rumah sendiri karena membludaknya jamaah sholat di masjid2, namun seperti biasa, setiap hari akan ada kemajuan (-kemajuan shaf sholat -) sampai malam 29 hanya tinggal tiga shaf wanita.
pada kesempatan ini juga I would like to apologize for all my mistake this year. Semoga tujuan Ramadhan kita semua tercapai, dan kita jadi hamba yang lebih bertaqwa dari sebelumnya.
Selamat Idul Fitri..
Berbagi